Rabu, 27 Januari 2016

Budaya Buruk Yang Harus di Hapuskan dari Negara Indonesia Ini, Apa Saja Itu?

yahbasi.blogspot.co.id/ . Budaya Buruk Yang Harus di Hapuskan dari Negara Indonesia Ini, Apa saja Itu?  Memasuki tahun 2016, ada baiknya sejenak kita flashback, bukan hanya perubahan positif yang terjadi di Indonesia, tetapi juga perubahan positif seperti budaya buruk yang menghambat pertumbuhan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera, bermoral dan beradab di masa yang akan datang.

Dan berikut ini adalah beberapa hal buruk yang masih sangat sering terjadi di tahun lalu. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang sering dilakukan oleh pihak pemerintah, akan tetapi ada juga  kebiasaan buruk yang masih dilakukan hampir seluruh rakyat Indonesia itu sendiri . Apa saja hal itu? 

Pungli Bebas
Jika dari kalangan pejabat dikenal akan korupsinya, maka di kalangan rakyat kita mengenal salah satu bentuk korupsi yang dikenal dan sering di sebuti pungli. Pungutan Liar ini sering di temui di kota-kota besar oleh sekelompok preman yang “mengaku” menguasai wilayah atau tempat tertentu. Mereka pun tak segan-segan meminta sejumlah uang tertentu kepada pedagang ataupun pengunjung di tempat-tempat keramaian dengan ancaman-ancaman. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk korupsi, karena sebenarnya wilayah-wilayah yang mereka anggap milik sekelompok preman ini, adalah milik negara. Wilayah milik negara, seharusnya dikelola oleh pemerintah dan kembali untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Di tahun 2016, pemerintah kota harusnya lebih memperhatikan permasalahan pungli yang selalu meresahkan dan merugikan juga bagi masyarakat. 

Korupsi
Sudah menjadi rahasia umum jika tingkat korupsi di Indonesia termasuk yang paling tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia. Secara garis besar pengertian korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan wewenang yang di percayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Tindakan korupsi sendiri bisa dalam berbagai macam bentuk seperti menyuap, menyogok, pemalsuan ataupun penipuan yang dapat merugikan khalayak ramai.

Di Indonesia sendiri untuk tahun 2015, Kejaksaan Agung telah berhasil mengusut 1.863 perkara korupsi. Namun hasil tersebut masih jauh dari perkara korupsi yang sebetulnya terjadi di Indonesia. Kita juga telah memiliki konstitusi KPK yang kerapkali mendapatkan kesulitan untuk mengusut kasus korupsi berjamaah yang dilakukan para pejabat publik. 

Di masa yang akan datang, budaya anti korupsi dari seluruh lapisan masyarakat perlu digalakan dari usia muda hingga usia dewasa. Sebagai warga yang baik, kita sendiri bisa mengubah kebiasaan buruk yang mendukung terjadinya tindakan korupsi baik di tingkat masyarakat maupun pejabat publik. Dimulai dengan mentaati peraturan tanpa berusaha menyogok aparatur negara, Membayar pajak sesuai peraturan yang ada, menolak memberikan hadiah atau sogokan kepada pihak lain demi melancarkan “kepentingan” pribadi. Bahkan kita bisa memulai mencegah tindakan korupsi dengan mengurus keperluan kita seperti pembuatan KTP, SIM, NPWP atau Passpor secara mandiri tanpa membayar calo ataupun semacammnya.

Jika ada pihak aparatur negara berlaku mengarah ke tindakan korupsi, ada baiknya kita aktif mengawasi dan melaporkan kasus kasus tersebut. Semoga 2016, angka kejahatan korupsi bisa kita tekan secara bersama-sama !

Hukum Yang Tidak Adil
Selain korupsi, ketidakadilan dalam sistem hukum di Indonesia juga menjadi momok buruk yang mencoreng peradaban di negara kita. Seperti kita ketahui, banyak cerita –cerita miris dari orang yang tidak bersalah atau tidak mempunyai kekuatan di hukum berat, sedangkan para koruptor, Bandar narkoba ataupun pembunuh sekalipun bisa beredar bebas selama mereka mempunyai uang dan kekuasaan di Indonesia. 

Tentu anda masih ingat bagaimana perlakuan kejam aparatur negara terhadap nenek Asyani yang diduga mencuri 7 batang pohon di hutan lindung, ketika Gayus tambunan terdakwa kasus gratifikasi pajak besar-besaran sudah beberapa kali tertangkap melalui foto-foto berada di luar jeruji besi ketika seharusnya dia ada di dalam penjara. Penegakan hukum yang adil dan tidak hanya tajam ke bawah namun tumpul keatas perlu menjadi perhatian penting bagi pemerintahan yang sekarang demi terwujudnya sila ke-5 dari pancasila yaitu “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

Provokasi
Tindakan provokasi ini mungkin adalah hal buruk yang agak susah dihilangkan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Kita , sebagian besar dari warga Indonesia biasanya suka sekali bergosip. Gosip dan mendengar cerita buruk tentang satu pihak yang sedang berkonflik menjadi salah satu budaya kolektif yang menjadi kebiasaan buruk masyarakat kita. Contoh ringannya, acara infotainment yang kerap kali membuka aib selalu mendapatkan tempat penting di hati masyarakat.

Sayangnya, budaya ini akhirnya menjadi cikal bakal mudahnya rakyat kita untuk terprovokasi ataupun memprovokasi orang-orang di sekitarnya dengan hanya mendengar sebagian porsi cerita tanpa merasa perlu memahami secara utuh konflik yang di dengungkan ke telinganya. Budaya provokasi atau mempengaruhi orang lain untuk berpikir jelek tentang sesuatu dan memicu kerusuhan ataupun pertengkaran antar suku, agama, ataupun ras, atau tentang isu isu politik yang tengah berkembang kerap kali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia.

Masih maraknya perang suku, agama dan ras yang terjadi di negri kita. Yang lebih menyedihkan, provokasi lewat komen-komen di dunia maya dan sosial media justru menjadi alternatif baru bagi rakyat Indonesia untuk memunculkan permusuhan dan menyakiti sesamanya. Di tahun 2016, kita harus lebih dewasa lagi dalam menyikapi provokasi dari pihak manapun, ada baiknya kita bisa lebih rasional dalam menilai segala sesuatu dan tidak mudah terprovokasi lingkungan. Belajarlah menilai segala sesuatu dari semua sisi, bukan hanya satu sisi yang langsung kita percayai.

Demikianlah sifat-sifat buruk bangsa Indonesia yang masih harus diperbaiki di tahun 2016. Hendaknya ulasan ini bisa menjadi refleksi yang baik bagi kita semua untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik. Semoga kita bisa menjadi bangsa yang baik, ramah, bermoral dan lebih cerdas lagi di waktu yang akan datang . Semoga tahun 2016 Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi! Kita harus tetap bangga menjadi bangsa Indonesia! 

Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com

Copyright © Bukan Berita Basi | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑