Rabu, 27 Januari 2016

Temuan Jajanan Anak Berbahaya Menyerupai Kondom, Membuat Warga Bekasi Gempar

yahbasi.blogspot.co.id/Temuan Jajanan Anak Berbahaya Menyerupai Kondom, Membuat Warga Bekasi Gempar . Di sekitar kita pasti banyak aneka jajanan yang di jual, apalagi dalam lingkup sekolah. Khususnya untuk lingkup sekolah dasar, aneka jajanan anak SD lebih bervariasi. Tetapi berita kali ini membuat masyarakat gempar oleh temuan TIM komisi perlindungan anak, dengan hal yang membuat kita cukup terpana. Hari Jumat yang lalu Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) menemukan sebuah jajanan untuk anak-anak SD yang bentuknya mirip dengan alat kontrasepsi kondom. Dan parahnya lagi jajanan ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau di kantong anak sekolah, yakni sekitar 1000 sampai 2000 Rupiah.

Media sosial pun ikut dihebohkan dengan kabar penemuan jajanan anak-anak yang menggunakan karet mirip kondom ini. Jajanan berupa susu bubuk itu dikemas dalam kemasan berbentuk Kotak Kado. Cara mengonsumsinya, susu bubuk tersebut dimasukkan dalam karet mirip kondom itu lalu diberi air.



Karena hadirnya Jajanan dalam bentuk kondom dan di nilai kurang layak ini ,membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar kasus ini diusut setuntasnya kepada pihak kepolisian di daerah kota Bekasi tersebut. Karena menurut KPAI jajanan mirip kondom tersebut melanggar aspek moralitas, kesehatan dan sosial. Bukan hanya menuntaskan, KPAI juga meminta pihak kepolisian agar menarik produk Kotak Kado itu dari peredaran. "Harus diusut tuntas," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) KPAI, Erlinda, saat di Mapolsek Bekasi Selatan

Erlinda menjelaskan, pelanggaran moralitas dari produk yang dimaksud adalah, karena bentuknya yang menyerupai alat kontrasepsi kondom dan target pasar yang di tuju kalangan konsumen anak di bawah umur dan juga dapat merusak moralitas anak tersebut. 

Untuk pelanggaran kesehatan dikarenakan adanya kandungan zat berbahaya bagi kesehatan yang dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam susu yang dipaket bersama benda berupa kondom dalam kemasan Kotak Kado tersebut.

Bahkan, dari sisi sosial masyarakat, produk itu tidak layak jual karena menimbulkan persepsi negatif dan meresahkan orang tua. Sehingga, KPAI akan berkordinasi dengan pihak Polsek agar Polsek diasistensi Polda Metro Jaya dan Mabes Polri dicari produsennya. 

Aparat Kepolisian dari Polresta Bekasi Kota menindak lanjuti kasus "Kotak Kado" jajanan anak SD yang mirip kondom di daerah Pekayon, Bekasi Selatan. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji mengatakan, polisi sedang menelusuri produsen Kotak Kado tersebut.

"Kita lakukan penyelidikan pemeriksaan, sebenarnya dari mana produsen yang membuat Kotak Kado ini," ujar Puji di Mapolsek Bekasi Selatan. Tetapi sayangnya, di kardus pembungkus Kotak Kado tersebut, tidak tertulis perusahaan mana yang membuat jajanan tak layak jual itu. Tidak seperti makanan atau mainan anak lainnya, kemasan Kotak Kado hanya mencantumkan gambar tokoh kartun saja. Tidak ada keterangan mengenai produsen ataupun isi dari kotak tersebut.
Selain menelusuri produsennya, Puji mengatakan, polisi juga sedang memeriksa kandungan yang ada di dalam produk tersebut. "Kapolres sudah perintahkan ke Reskrim untuk uji labfor soal ini. Dari situ, hasilnya ditemukan apakah layak untuk dikonsumsi makanan atau tidak," ujar dia.

Mengonsumsi produk minuman susu melalui kemasan yang menyerupai kondom bisa menimbulkan gangguan kesehatan mulai dari sakit perut hingga penyakit thypus. Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, mengatakan, bahan karet lateks yang lazim digunakan untuk memproduksi kondom bukanlah bahan food grade atau bahan yang aman digunakan untuk suatu wadah makanan. Karena itu, pastikan anak atau adik sobat tidak membeli jajanan ini.

"Bila benar kemasan yang digunakan merupakan kondom, maka akan terjadi paparan bahan kimia berbahaya ke dalam kandungan susu. Kuman patogen dari kemasan yang tidak higienis bisa menyebabkan pengonsumsi minuman sakit perut hingga terserang thypus," ujar Dewi.

Dewi mengatakan, produk tidak terdaftar di BPOM. Meski demikian, penelusuran terhadap Nomor Izin Edar (NIE) Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang tercantum pada kemasan menunjukkan produk berasal dari wilayah Tangerang. NIE P-IRT dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Dewi mengatakan, BPOM akan melakukan penelusuran lapangan ke lokasi pembuatan produk. "Kami sedang melacak keberadaan produsennya," ujar Dewi. 

Butuh pantauan yang lebih tinggi dari pihak orangtua dan juga pemerintah, supaya tidak ada lagi peristiwa seperti ini. Ada jajanan yang bisa merusak moralitas, kesehatan dan juga sosial ini. Dan lebih bahaya lagi, target pasar yang diserang itu anak-anak yang di masa depan nanti akan menjadi generasi penerus bangsa ini. 

Kreatif dan Inovatif sih boleh aja, tapi gak gini juga -_-"

Categories: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com

Copyright © Bukan Berita Basi | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑